Suatu hari, Musa kecil diajak bermain oleh Fir'aun. Tiba-tiba, musa mempermainkan janggut fir'aun. Firaun merasa bahwa expresi wajah musa seperti mengejek. karenanya,firaun menjadi marah dan hendak membunuh musa yang masih balita itu. Untungnya Aisah datang mencegahnya.
"Apa yang membuatmu inginmembunuh seorang anak kecil seperti ini?"
"Lihat,masih kecil saja dia sudah berani mengejekku, apalagi kalu dia sudah besar nanti."
"mengapa engkau snagat ketakutan sekali dengan anak kecil ? ,, lihatlah baik-baik ,dia hanya seorang anak kecil," (ungkap aisah mencoba menenangkan firaun).
"tapi,firasatku mengatakan dia sengaja mengejekku."
"bagaimana engkau bisa tau? ,sebelum engkau bunuh anak ini, sebaiknya engkau buktikan apakah memang benarcanak sekecil ini punya niat mengejekmu.:
"bagaimana caranay?"
"ambillah lilin itu kemari. bila anak ini sudah mengerti seperti katamu, tentunya dia tidak akan menyentuh api lilin itu. Tapi, bila anak ini hanyalah seorang anak kecil, tentunya dia akan mengambil lilin yang menyala tadi, bahkan memasukkannya ke dalam mulut."
"Baiklah,,,,kita lihat saja," (ucap firaun).
Firaun mengambil lilin yang dimaksud .. dia menghadapkan lilin itu pada nabi musa kecil. nabi musa kecil tertawa-tawa melihat menyalanya api yang sangat indah .. Tangannya menggapai-gapai meraih cahaya api.. Firaun dan aisah membiarkannya.kemudian, tangan mungil nabi musa kecil mengambil lilin tadi dan memasukkannya ke dalam mulut. lidahnya pun terbakar . nabi musa kecil menangis karena kesakitan. Aisah segera mengambil nabi musa kecil untuk mengobati lukanya. setelah itu, Firaun percaya bahwa nabi musa kecil tidak berniat mengejeknya.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar